Saturday, February 21, 2015

Tahun Ajaran Depan, Siap Tempati Tiga Ruang Baru

LALU-LALANG – Siswa-siswi tampak sedang lalu-lalang di sebelah utara ruang baru, kemarin (24/1). 

Minggu, 25 Januari 2015

SAAT ini, SMK Islam Mahkota Al-Munawaroh sedang dalam proses penyelesaian pembangunan tiga ruangan baru. Rencananya, per tahun ajaran depan (2015/2016), ketiganya siap untuk ditempati. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah setempat.


“Di sana (area sekolah, red), ada tiga ruangan yang sedang dalam proses penyelesaian. Harapan saya, (ruangan baru dapat digunakan, red) secepatnya. Ya, paling tidak, tahun ajaran baru (2015/2016, red) ini kita sudah bisa menggunakannya,” papar Ami Tri Pradiati saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, kemarin (24/1).

Sejauh ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Lohjinawi, Dermasuci, hanya memiliki empat ruangan. Rinciannya: dua ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan satu lagi ruang bengkel. Padahal sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Lohjinawi (YPPLJ) tersebut, memiliki dua angkatan dan dua program keahlian: Teknik Sepeda Motor dan Akuntansi.

Perempuan yang juga mengajar mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Akuntansi menambahkan, mulai tahun ajaran depan pihaknya akan menggunakan semua ruangan di lantai dua khusus untuk ruang kelas. Ruang bengkel yang semula berada di lantai dasar, akan beralih ke ruang yang berada di sebelah timur asrama putra pondok pesantren setempat. Lalu, ruang perpustakaan baru terletak tak jauh dari ruang bengkel yang masih dalam proses penyelesaian.

Bak gayung bersambut, ekspektasi semua siswa-siswi pun perlahan tertunaikan dengan hadirnya ruang baru. Impaknya, proses Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) tak lagi terhambat lantaran berbagai faktor. Misalnya, ruangan yang relatif sempit, dan bahkan kekurangan ruangan.

Melalui penambahan ruangan, imbuhnya, semua komponen sekolah baik peserta didik maupun pendidik dapat melaksanakan KBM secara efektif, efisien, dan kondusif. Sehingga tak ada lagi kata ‘sempit’ lantaran penggabungan antara TSM dan AK, atau pun ‘pemindahan’ ruang pembelajaran seperti di perpustakaan karena prasarana yang minim.

“Harapan saya, semua dapat melaksanakan pembelajaran dengan lebih baik. Sehingga kita (guru, red) dapat meningkatkan prestasi semua siswa-siswi,” tutup perempuan yang populer disapa Ami. (aen)

Penulis: Dewi Siti Nuraeni
Editor: Satori

0 comments: