Wednesday, April 8, 2015

Latih Kerja Sama Lewat Game

Sabtu, 28 Maret 2015 
JALAN ULAT - Nampak beberapa kelompok saat sedang meragakan jalan ulat di halaman sekolah setempat, kemarin (27/3).

MELATIH Praja Muda Karana (Pramuka) untuk memiliki kemampuan kerja sama yang baik tak mesti dilakukan dengan hal yang rumit dan formal. Hal itu dapat diimplementasikan lewat game yang ringan sekaligus menyenangkan.

“Game seperti ini (jalan ulat dan tari kepiting, red) bisa melatih mereka tentang kerja sama. Selain itu, mereka juga dituntut untuk memiliki kekompakan,” terang Wahyudin selaku pendamping kegiatan Pramuka Penggalang SMP IT Mahkota Al-Munawaroh, saat ditemui di halaman setempat, kemarin (27/3).

Kegiatan yang digelar mulai pukul 14.05 WIB tersebut melibatkan berbagai pihak, yaitu semua Pramuka Penggalang beserta dewannya dan Pramuka Penegak SMK Islam Mahkota Al-Munawaroh. Semuanya berbaur menjadi satu di halaman setempat selama satu setengah jam.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PMR setempat menambahkan, game jalan ulat untuk peserta laki-laki, sedangkan tari kepiting untuk perempuan. Adapun jumlah anggota untuk masing-masing grup dari setiap game yakni sangat bervariasi.

“Untuk jumlah setiap grup tidak ada ketentuan. Sesuaikan saja dengan jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti game. Tapi rata-rata untuk masing-masing grup beranggotakan 4 sampai 6 orang,” terang siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM).

Salah satu peserta, Ahmad Fauzi, merasa sangat antusias dan memberikan respons positif atas kegiatan tersebut. Meskipun game dirancang secara sederhana, tetapi pelaksanaannya sangat seru, menarik, dan dapat menambah nuansa kekeluargaan sesama teman.

“Saya cukup senang karena kegiatannya sangat seru,” kata siswa kelas VIII ketika dijumpai di lokasi permainan.

Pria kelahiran Dermasuci tersebut menuturkan, game tersebut mengajari tentang kecepatan, ketepatan, dan kerja sama yang terorganisir dalam menjalankan sesuatu.

“Lewat permainan ini, kita dituntut untuk kompak dan saling kerja sama. Masing-masing grup diadu kecepatannya, sehingga bisa dilihat siapa pemenangnya. Kalau salah satu grup tidak kompak, otomatis penyelesaiannya pun lambat,” tutup pria yang sering disapa Fauzi.

Penulis: Satori

0 comments: