Saturday, February 21, 2015

The Youth of Peace Agent


Senin, 22 Desember 2014

Ratusan pemuda berkumpul dan berbaur menjadi satu. Mereka berangkat dari berbagai latar belakang. Pasalnya, tak ada indikasi bahwa meraka berasal dari satu atap. Bahkan, pakaian yang dikenakan pun tak seragam. Entah apa yang ada dalam pikiran meraka sehingga bersedia untuk berdesak-desakan. Padahal, jika tak berlebihan, tak ada keuntungan finansial melakukan hal seperti itu.


Dahulu, saya berasumsi bahwa hanya agama yang dapat mengumpulkan manusia dalam skala besar. Kali ini saya tak menemukan sedikit pun simbol-simbol agama yang mereka bawa dan menjadi motor penggerak untuk melakukan itu semua. Ya, saya tidak menemukan simbol agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha bahkan Konghucu. Apa sebenarnya yang terjadi kemarin pagi (Minggu, 21/12)?

Pikiranku semakin bertanya-tanya saat sekumpulan pemuda membawa miniatur mobil puskesmas keliling, alat suntik, dan banner bertuliskan "Donate your blood right now! Giving = Living". Ah, entalah apa sebenarnya yang ada dalam benak dan sanubari mereka. Apakah mereka orang bodoh yang tak ingin memanfaat hari libur sekolah untuk sebatas have fun? Atau memang akalku yang terlampau dangkal untuk menyingkap tabir itu semua. I couldn't figure out anything about it!

Perlahan tapi pasti, atribut-atribut yang mereka kenakan seakan membangunkanku ke alam sadar bahwa mereka memiliki satu visi, misi dan tujuan. Bendera merah putih dan lambang palang merah dengan dasar putih dikibarkan dimana-mana. Ya, mereka tak lebih sebagai sekumpulan agent yang ingin mempromosikan sesuatu kepada publik.

Kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan dikampanyekan di setiap penjuru bak resonansi. Rupanya itu adalah tujuh prinsip dasar yang menjadi basis nilai mereka. Mereka bergerak atas dasar nilai-nilai fundamental tersebut. Mengapa kata-kata itu bak halilintar yang menyembar orang kerempeng? Saya semakin tidak mengerti!

Akhirnya, saya mengetahui itu setelah mereka mendemonstrasikan dan menyuarakan tentang urgensi donor darah melalui speech contest, penyuluhan donor darah, dan LCT kepalangmerahan. Ya, mereka bermaksud menolong umat manusia yang sedang berjuang hidup lantaran kekurangan darah tanpa memandang latar belakang suku, ras, bahasa, adat, pandangan politik bahkan agama sekali pun.

Dari sinilah mengapa simbol-simbol keagamaan tak lagi penting jika berkaitan dengan memberi bantuan dan pertolongan terhadap umat manusia. Memberikan cinta dan harapan terhadap umat manusia yang sedang membutuhkan itulah yang menggerakan mereka. Ya, atas nama kemanusiaan sekumpulan pemuda berbaur di lapangan Bumijawa yang sangat dingin. Mereka hendak mempromosikan perdamaian abadi kepada semua umat manusia tanpa pengecualian. Mereka mengajak publik untuk bersedia dan tanggap untuk selalu menolong sesama. Mereka itulah the youth of peace agent (pemuda agen perdamaian).

"Let's join us to be peace agent!"

0 comments: